Multiyears Project Rp124 Miliar, Stadion Untia Masuk Tahap Awal Pematangan Lahan

Sumber Foto: Humas Pemkot, Alat berat jenis ekskavator mulai beroperasi di kawasan Stadion Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, sebagai bagian dari tahap awal pematangan lahan menjelang pembangunan fisik stadion, Senin (20/4/2026).

RETAS.News, Makassar – Pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, memasuki fase baru pada awal 2026. Tahap perencanaan dan lelang rampung. Proyek strategis Pemerintah Kota Makassar mulai bergerak ke tahap konkret.

Penetapan PT Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai pemenang tender Manajemen Konstruksi (MK) menjadi penanda dimulainya fase awal. Kontrak diteken bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada 17 Maret 2026. Surat Penunjukan Barang/Jasa (SPBJ) terbit sebagai dasar pelaksanaan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan progres berlanjut pasca rampungnya lelang MK. Penetapan pemenang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menjadi titik krusial percepatan pembangunan.

“Dengan adanya pemenang MK dan kontrak, pekerjaan fisik termasuk penimbunan lahan dapat dimulai pertengahan tahun ini,” ujar Munafri, Senin (20/4/2026).

Proyek kini berada pada tahap persiapan pengadaan. Fokus pada penyusunan dokumen teknis dan administrasi. Tahapan ini menjadi fondasi sebelum masuk konstruksi. Proses berlanjut ke pemilihan penyedia jasa melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Jika sesuai jadwal, kontrak fisik efektif pada Mei hingga Juli 2026. Penimbunan lahan menjadi pekerjaan awal. Pemerintah optimistis stadion segera terealisasi sebagai fasilitas olahraga representatif di kawasan utara Makassar.

Munafri menegaskan seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi. Proses dilakukan terukur, sistematis, berorientasi jangka panjang. Pembangunan tidak sekadar proyek fisik, melainkan investasi infrastruktur strategis.

Tahap awal didukung anggaran Rp7 miliar. Fokus pada penyusunan desain teknis sebagai blueprint pembangunan. PT Ciriajasa Cipta Mandiri mengawal perencanaan dan pengawasan proyek.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsy Zubir, menyebut proses lanjutan terus dikebut. Penyusunan dokumen menjadi prioritas. Target rampung akhir April 2026. Tender fisik dijadwalkan mulai Mei.

“Tim saat ini merampungkan dokumen pemilihan. MK terlibat dalam penyusunan basic design dan dokumen pengadaan,” ujarnya.

Proyek Stadion Untia dirancang dengan skema tahun jamak (multiyears). Tahun 2025 difokuskan pada legalitas lahan. Sebanyak 23 hektare kawasan telah tersertifikasi. Kepastian hukum menjadi dasar utama.

Dokumen pendukung disiapkan paralel. Feasibility study (FS), analisis dampak lalu lintas (andalalin), hingga analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) telah disusun. Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) juga dituntaskan.

Memasuki 2026, progres mulai terlihat di lapangan. Aktivitas alat berat membuka akses jalan. Persiapan penimbunan lahan mulai dilakukan. Tahap perencanaan bertransformasi menuju pekerjaan fisik.

Tender konstruksi diperkirakan berlangsung 30–45 hari. Jika tanpa hambatan, kontrak fisik dapat diteken akhir Juni atau awal Juli 2026. Pekerjaan lapangan dimulai setelah kontrak efektif.

Anggaran fisik tahun 2026 mencapai sekitar Rp124 miliar. Fokus pada pematangan lahan, termasuk penimbunan kawasan. Peserta tender terbuka untuk umum. Standar teknis mengacu pada ketentuan tinggi, termasuk standar FIFA.

Pemerintah Kota Makassar optimistis seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Stadion Untia diharapkan memberi dampak besar bagi pengembangan olahraga dan ekonomi kawasan utara kota. (*)

Comment