RETAS.News, Mamuju Tengah — Kekeringan melanda 20 desa di lima kecamatan di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Mateng mengaktifkan Operasi Satgas Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Senin (10/8/2026).
Peluncuran satgas ditandai dengan apel siaga yang digelar di pelataran Kantor Bupati Mamuju Tengah. Sejumlah armada juga disiapkan untuk mendukung operasional tim dalam menangani dampak kekeringan di wilayah terdampak.
Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras mengatakan, pembentukan satgas bukan sekadar kegiatan seremonial. Langkah tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi ancaman kekeringan, termasuk dampak El Nino dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Nyawa dan hajat hidup rakyat adalah harga mati,” tegas Bupati.
Arsal menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh lamban dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Keselamatan dan perlindungan masyarakat Mamuju Tengah adalah hukum tertinggi. Tidak ada alasan untuk lamban,” tegas Arsal dalam apel siaga tersebut.
Dengan diaktifkannya satgas, pemerintah daerah menyiapkan personel dan armada untuk mendukung penanganan kekeringan di sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap mendapat perhatian selama kondisi darurat berlangsung.
Comment