Ramadhan Fair Mateng Digarap Matang, Targetkan Lonjakan Ekonomi UMKM

Istimewa: Kepala Dinas Koperindag Mamuju Tengah, Muh. Nasri Achir.

RETAS.News, Mateng – Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mamuju Tengah, Muh. Nasri Achir, memastikan persiapan Pasar Takjil dan Ramadhan Fair dilakukan matang. Fokus utama, pelaksanaan tertib, ramai pengunjung, memberi keuntungan bagi pedagang.

Nasri menyebut, persiapan mencakup konsep acara, penataan lokasi, hingga sarana dan prasarana pendukung. Panitia juga menyiapkan strategi publikasi, menghadirkan wahana permainan, membuka rekrutmen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menyusun rangkaian kegiatan untuk mendorong kunjungan.

“Panitia juga menyiapkan strategi publikasi untuk menarik minat masyarakat, menghadirkan wahana permainan, membuka rekrutmen pelaku UMKM, serta menyusun rangkaian acara yang mampu meningkatkan daya tarik dan kunjungan,” ujarnya.

Ia menegaskan, UMKM menjadi elemen kunci dalam Pasar Takjil dan Ramadhan Fair. Peran ganda, sebagai magnet pengunjung sekaligus penggerak ekonomi selama Ramadhan.

Produk yang disiapkan meliputi takjil, makanan berat, minuman segar, hingga kuliner khas Ramadhan. Seluruhnya menjadi daya tarik utama pasar.

Aktivitas ini juga memicu perputaran uang daerah. Dampak lain, terbukanya lapangan kerja sementara, terutama bagi tenaga tambahan selama Ramadhan.

Dari sisi suasana, UMKM didorong menghadirkan dekorasi stan bernuansa Islami. Tujuan, menciptakan kenyamanan sekaligus memperkuat atmosfer Ramadhan.

Aspek inovasi turut ditekankan. Pelaku usaha diarahkan menyajikan menu unik, kuliner khas daerah, paket promo berbuka, hingga pemanfaatan pembayaran digital seperti QRIS.

“Ramadhan adalah momentum emas bagi UMKM untuk meningkatkan pelanggan tetap, memperkenalkan produk baru, dan memperluas jaringan bisnis,” kata Nasri saat dikonfirmasi awak media.

Nasri berharap, Pasar Takjil dan Ramadhan Fair tidak berhenti sebagai pusat jual beli musiman. Target lebih luas, menjadi pusat jajanan terpadu, sentra ekonomi rakyat, sekaligus kebanggaan daerah.

Kegiatan ini juga diarahkan menjadi ikon kuliner Ramadhan Mamuju Tengah. Target lain, masuk sebagai agenda tahunan resmi yang dikenal hingga luar daerah.

Pengembangan lanjutan disiapkan. Konsep menuju sentra kuliner permanen, beroperasi tidak hanya saat Ramadhan. Fasilitas meliputi kios tertata, area makan nyaman, serta lahan parkir memadai.

Dampak ekonomi menjadi perhatian. Kegiatan ditargetkan meningkatkan pendapatan masyarakat, berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Ke depan, Pasar Takjil dan Ramadhan Fair berpotensi berkembang menjadi festival kuliner tahunan. Rangkaian kegiatan dapat mencakup lomba, hiburan religi, hingga expo UMKM. Arah akhir, masuk dalam kalender wisata daerah.

“Dengan perencanaan matang dan dukungan seluruh pihak, kami berharap kegiatan ini menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus ruang kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadhan,” tutupnya.

Comment