RETAS.News, Mamuju Tengah – Memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bupati Mamuju Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menjaga lingkungan.
Bupati meminta warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi kemarau yang kering dinilai dapat membuat api lebih mudah menyebar dan memicu kebakaran yang lebih luas.
Selain mewaspadai karhutla, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air bersih. Penggunaan air secara bijak diperlukan untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bupati juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau mengetahui warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Informasi dari masyarakat dinilai penting agar petugas terkait dapat melakukan penanganan lebih cepat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga hutan dan lingkungan serta mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan selama musim kemarau.
“Mari kita buktikan bahwa masyarakat Mamuju Tengah adalah masyarakat yang peduli, bertanggung jawab, dan siap bergotong royong menghadapi setiap tantangan,” demikian imbauan Bupati.
Kewaspadaan masyarakat diharapkan dapat membantu mencegah meluasnya karhutla sekaligus menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau di Kabupaten Mamuju Tengah.
Comment