Bupati Arsal Presentasikan Blueprint Manajemen Talenta ASN di BKN RI

Sumber Foto: Tim Redaksi, Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah saat melakukan kunjungan ke Kantor BKN RI untuk mempresentasikan blueprint manajemen talenta ASN, Kamis (18/6/2026).

RETAS.NEWS, Mateng — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melakukan kunjungan resmi ke Kantor Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia (BKN RI) dalam rangka mempresentasikan blueprint atau cetak biru manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (18/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dalam memperkuat reformasi birokrasi melalui penerapan sistem pengelolaan ASN yang lebih objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.

Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, mengatakan presentasi blueprint manajemen talenta dilakukan untuk memperoleh evaluasi sekaligus pengesahan dari BKN RI sebagai lembaga yang berwenang dalam pengelolaan kepegawaian nasional.

“Ini langkah strategis agar sistem pengembangan karier, suksesi, dan penilaian kinerja ASN di daerah kita bisa berjalan secara objektif dan transparan,” ujar Arsal, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, penyusunan sistem manajemen talenta merupakan bagian penting dari agenda reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah.

Melalui sistem tersebut, setiap ASN diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan karier berdasarkan kompetensi, potensi, dan capaian kinerja yang dimiliki.

Arsal menegaskan, ke depan proses promosi jabatan, mutasi, hingga penilaian kinerja ASN akan semakin terukur dan akuntabel sehingga mampu mendorong terciptanya birokrasi yang profesional.

“Sistem ini akan menjadi pedoman yang jelas dan akuntabel bagi seluruh jajaran ASN di Mamuju Tengah,” katanya.

Selain melakukan presentasi, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum konsultasi dan diskusi teknis antara tim Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dengan jajaran BKN RI terkait implementasi sistem manajemen talenta.

Ia berharap setelah memperoleh evaluasi dan pengesahan dari BKN RI, sistem tersebut dapat segera diimplementasikan dan menjadi salah satu model penerapan manajemen talenta ASN di tingkat kabupaten.

“Kami optimistis, setelah mendapat evaluasi dan pengesahan dari BKN, sistem ini bisa segera berjalan. Target kami adalah menciptakan birokrasi yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima,” tutup Arsal. (*)

Comment