RETAS.News, Makassar – Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan pentingnya peran keluarga, khususnya para ibu, dalam membangun budaya digital yang sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Melalui kegiatan Gerakan Keluarga Cerdas Berinternet, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai literasi digital, tetapi juga dibekali strategi praktis untuk melindungi keluarga dari berbagai risiko yang muncul di ruang digital.
Melinda menilai tantangan yang dihadapi orang tua saat ini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kemudahan akses internet yang dapat dijangkau kapan saja dan di mana saja membuat pengawasan serta pendampingan terhadap anak menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Ia menekankan bahwa kecakapan digital tidak hanya sebatas kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan menyaring informasi, menjaga keamanan data pribadi, serta membangun kebiasaan bermedia sosial yang bertanggung jawab.
Dalam sesi pemaparan, para peserta juga mendapatkan edukasi terkait ancaman kejahatan siber, perlindungan data pribadi, hingga pentingnya memahami jejak digital yang ditinggalkan di internet.
Abdillah SAS menjelaskan bahwa kebiasaan membagikan aktivitas secara langsung atau real time di media sosial dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan informasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, masyarakat diimbau lebih selektif dalam membagikan informasi yang berkaitan dengan lokasi, aktivitas harian, maupun data pribadi.
Sementara itu, Mugniar Marakarma mengingatkan bahwa fenomena over sharing atau membagikan informasi secara berlebihan di media sosial dapat berdampak pada keamanan dan privasi keluarga. Menurutnya, informasi yang telah tersebar di internet sulit untuk dihapus sepenuhnya dan dapat menjadi bagian dari jejak digital yang bertahan dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar berharap para kader mampu menjadi agen edukasi literasi digital di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sehingga tercipta ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan produktif.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan mendampingi anak di era digital. Kehadiran para narasumber diharapkan mampu memperkuat kapasitas kader PKK dalam menghadapi berbagai dinamika penggunaan teknologi di tengah masyarakat. (*)
Comment