Pemkab Mamuju Tengah Targetkan Birokrasi Lebih Ramping Lewat Merger OPD

Sumber Foto: Humas Mateng, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras bersama jajaran Pemkab berfoto bersama Kepala BKN RI Prof. Zudan Arif Fakrulloh usai pertemuan di kantor BKN, Jakarta.

RETAS.News, Mateng — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah menyiapkan perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) melalui penggabungan sejumlah instansi. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja pemerintahan.

Rencana tersebut mencuat usai Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, melakukan kunjungan kerja ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI di Jakarta. Arsal bersama jajaran Pemkab diterima langsung Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, didampingi tim teknis.

Pertemuan membahas persoalan kepegawaian, termasuk penerapan sistem merit dan sejumlah usulan daerah yang belum terproses melalui aplikasi.

“Kunjungan ke BKN terkait persoalan Pemda Mamuju Tengah, di antaranya penerapan merit sistem. Ada juga beberapa usulan yang sudah by sistem melalui aplikasi, namun belum bisa terproses,” ujar Arsal, Rabu (11/3/2026).

Ia menyebut, kendala teknis mulai teratasi setelah dialog dengan pihak BKN.

“Alhamdulillah setelah bertemu Prof. Zudan dan tim teknis, semua bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Selain itu, Pemkab Mamuju Tengah juga mengkaji penataan struktur OPD agar lebih ramping tanpa berdampak pada pejabat struktural.

“Termasuk langkah ke depan merampingkan OPD, agar dampaknya tidak terhadap pejabat struktural,” jelasnya.

Saat ini, wacana mengarah pada pengurangan sekitar lima OPD melalui penggabungan instansi.

“Sepertinya kita akan merger beberapa OPD. Kemungkinan ada lima OPD yang berkurang,” ungkap Arsal.

Pemkab memastikan penataan berjalan terukur dengan tetap mengacu pada sistem merit. Langkah ini diharapkan mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan profesional.(*)

Comment