RETAS.News, Polman – Pemerintah Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, merespons kondisi saluran drainase di Jalan Masdar, Desa Bonde, yang dipenuhi endapan tanah dan material.
Respons tersebut disampaikan setelah tim SPPG BONDE II memanfaatkan hari libur untuk melakukan aksi bersih-bersih saluran drainase di Jalan Masdar, Sabtu (22/8/2026).
Dalam kegiatan itu, tim SPPG menemukan tumpukan tanah yang cukup tebal di dalam saluran. Gundukan tanah diperkirakan mencapai sekitar 25 sentimeter sehingga membuat ruang saluran menjadi semakin sempit dan berpotensi menghambat aliran air.
Warga sekitar, Rahmat (42), mengatakan tumpukan tanah tersebut bukan baru muncul, melainkan sudah berada di dalam saluran selama beberapa tahun.
“Iya, kalau soal ini gundukan tanah tahunanmi, yaaa 3-4 tahunlaa sudah adami memang dibawa,” kata Rahmat kepada awak Retas.news saat dijumpai di lapangan.

Kondisi drainase tersebut mendapat perhatian dari Kepala Desa Bonde, S. Usman Abbas. Ia mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Campalagian untuk penanganan lebih lanjut.
“Kita akan koordinasikan dulu dengan pihak kecamatan. Kalau memungkinkan, kita akan minta bantuan Damkar untuk pembersihan saluran. Karena terlalu sempit,” kata S. Usman Abbas, usai ikut serta dalam kegaitan tersebut. Sabtu (22/8/2026) sore.
Selain pembersihan endapan tanah, pemerintah desa juga akan melihat kemungkinan pelebaran saluran agar kapasitas drainase dapat lebih optimal dalam mengalirkan air.
Penanganan drainase tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar Jalan Masdar.

Sementara itu Mitra SPPG Bonde II, Muslimin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Harapannya kegiatan ini bisa memberikan manfaat tak hanya untuk SPPG, tetapi juga untuk masyarakat sekitar. Kalau saluran drainasenya bersih dan aliran air lancar, tentu masyarakat juga yang merasakan manfaatnya,” kata Muslimin yang akrab disapa Dito.
Ia berharap kegiatan gotong royong dan koordinasi dengan pemerintah desa dapat terus dilakukan, terutama dalam menangani persoalan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan bersama.(*)
Comment