34 Tahun Gereja Sion Berdiri, Nilai Toleransi Terus Ditanamkan di Mamuju Tengah

Sumber foto: Tim redaksi, Jemaat Gereja Sion menampilkan teater perjalanan sejarah pembentukan gereja saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 di Gereja Sion, Desa Batuparigi, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (14/6/2026) malam.

RETAS.NEWS,Mateng – Jemaat Gereja Sion menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah di Gereja Sion, Jalan DI Pandjaitan, Desa Batuparigi, Kecamatan Tobadak, Minggu (14/6/2026) malam.

Gereja yang berdiri sejak tahun 1992 itu awalnya terbentuk seiring penempatan sekitar 100 kepala keluarga (KK) warga transmigrasi di wilayah tersebut.

Pada masa awal berdiri, Gereja Sion merupakan gereja oikumene yang menjadi wadah pemersatu umat Kristen dari berbagai denominasi dan latar belakang tradisi gereja.

Seiring perkembangan waktu, jemaat mulai membentuk pelayanan masing-masing hingga saat ini Gereja Sion tercatat memiliki sekitar 320 kepala keluarga (KK).

Ketua Bidang Pelayanan Gereja Jemaat Sion, Muis, mengatakan peringatan HUT ke-34 dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan, mulai dari syukuran tahunan atau syukuran panen, penamatan TK Sion yang ke-15, teater perjalanan pembentukan Jemaat Sion sejak masa transmigrasi hingga saat ini, hingga penanaman pohon secara simbolis di halaman gereja.

“Harapannya adalah regenerasi di masa depan akan terus membangun dan memelihara aliansi ini,” kata Muis.

Anggota DPRD Mamuju Tengah dari PDI Perjuangan, Bandia, yang juga menjadi tokoh masyarakat Jemaat Sion, berharap persekutuan jemaat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Menurutnya, nilai toleransi harus tetap dijaga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kegiatan positif seperti ini kami dukung penuh dengan tetap mengedepankan toleransi,” ungkap Bandia.

Ia juga menyampaikan bahwa Jemaat Sion telah melahirkan berbagai tokoh dari beragam profesi, mulai dari aparatur sipil negara, politikus, hingga profesi lainnya.

“Sejak berdirinya Jemaat Sion, sudah ada dua orang anggotanya yang menjadi anggota DPRD,” katanya.

Sementara itu, Pendeta Predy menjelaskan tema khotbah yang diangkat dalam perayaan kali ini adalah ‘Perayaan untuk Tuhan’.

Menurutnya, perayaan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pesta, tetapi sebagai bentuk ungkapan syukur dan sukacita dalam kemuliaan Tuhan.(*)

Comment