RETAS.News, Mateng — Tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, pada hari pertama masuk kerja usai libur panjang tercatat nyaris sempurna, mencapai 99 persen.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mamuju Tengah, Hasanuddin, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya di Kompleks Kantor Bupati Mamuju Tengah, Jalan Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan melalui sistem absensi elektronik, sebagian besar ASN kembali menjalankan tugasnya tepat waktu setelah masa libur panjang.
“Hanya sekitar satu persen yang tidak hadir dengan berbagai keterangan, seperti sakit, izin, atau cuti melahirkan,” ujar Hasanuddin.
Ia menjelaskan, jumlah ASN di Kabupaten Mamuju Tengah saat ini mencapai 5.206 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.718 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 1.173 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta 2.315 PPPK Paruh Waktu.
Kehadiran Dipantau Melalui Sistem Absensi
Hasanuddin mengatakan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah tidak melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada hari pertama masuk kerja. Pasalnya, pemantauan kehadiran pegawai telah dilakukan secara real time melalui sistem absensi yang terintegrasi.
Menurutnya, mekanisme tersebut dinilai cukup efektif untuk memastikan tingkat kedisiplinan ASN setelah menjalani masa libur panjang.
Libur kali ini diawali dengan Hari Raya Idul Adha, kemudian dilanjutkan cuti bersama. Meski Jumat merupakan hari kerja, pemerintah menerapkan skema Work From Home (WFH) sehingga hanya sebagian pejabat dan pegawai yang tetap menjalankan tugas dari kantor.
Setelah melewati libur akhir pekan dan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, seluruh ASN kembali masuk kerja secara penuh pada Selasa (2/6/2026).
Hasanuddin berharap momentum berakhirnya libur panjang menjadi awal bagi seluruh ASN untuk kembali meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Setelah libur panjang ini, saya berharap ASN kembali bekerja optimal dalam melayani masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, peningkatan disiplin dan kualitas pelayanan harus menjadi perhatian seluruh perangkat daerah, terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Utamanya ASN yang bertugas di bidang kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik,” pungkas Hasanuddin. (*)
Comment