BBPOM Ungkap 23 Kasus Obat Ilegal di Makassar, Aliyah Minta Generasi Muda Dilindungi

Sumber Foto: Humas Pemkot, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham saat hadiri kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu di Aula BBPOM Makassar, Rabu (13/5/2026).

RETAS.News, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menghadiri sekaligus membuka kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu dengan tema “Lawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu, Selamatkan Generasi Bangsa” yang digelar di Aula BBPOM Makassar, Jalan Baji Minasa, Makassar, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Makassar. Turut hadir Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakarsa Setiawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin, unsur perguruan tinggi, organisasi profesi, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, serta perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa persoalan penyalahgunaan obat-obatan tertentu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi bersama, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga pendidik, tokoh agama, hingga masyarakat untuk menyelamatkan generasi bangsa,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Ia juga menyoroti maraknya masuk obat-obatan tertentu secara ilegal ke Kota Makassar yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak terkait.

“Kita harus menelusuri bagaimana obat-obatan ini bisa masuk. Kalau sudah ada tujuh jenis yang beredar di Makassar, berarti ada jaringan besar di baliknya. Ini harus diantisipasi bersama demi melindungi generasi muda kita,” tegasnya.

Menurut Aliyah Mustika Ilham, Indonesia tengah bersiap menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, generasi muda harus dijaga agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan maupun narkotika.

“Kalau generasi muda kita dirusak mulai sekarang, maka target Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai. Kita harus bersama-sama menjaga anak-anak kita agar tumbuh sehat secara fisik maupun mental,” tambahnya.

Aliyah Mustika Ilham juga mengajak masyarakat, khususnya para pelajar, agar tidak takut melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan obat-obatan di lingkungan sekitar.

“Kalau mendapatkan informasi terkait penyalahgunaan obat-obatan, jangan takut melapor kepada guru atau pihak terkait. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakarsa Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Badan POM RI dalam rangka memperkuat sinergi nasional mencegah penyalahgunaan obat-obatan tertentu.

Ia mengungkapkan bahwa penyalahgunaan obat-obatan tertentu kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda karena berdampak pada kesehatan, mental, hingga memicu tindakan kriminal.

“Obat-obatan tertentu yang seharusnya digunakan untuk pengobatan medis justru disalahgunakan untuk kepentingan nonmedis. Ini sangat berbahaya karena dapat merusak kesehatan fisik, mental, bahkan mengganggu masa depan generasi muda,” jelas Yosef.

BBPOM Makassar bersama aparat penegak hukum juga terus melakukan pengawasan terhadap peredaran obat-obatan ilegal. Sejak 2023 hingga April 2026, tercatat sebanyak 23 kasus peredaran obat-obatan tertentu ilegal berhasil diungkap dengan total barang bukti mencapai hampir 200 ribu tablet.

“Kasus terakhir yang kami temukan adalah peredaran 96 ribu tablet triheksifenidil ilegal. Ini menjadi perhatian serius karena obat tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi pasien gangguan kejiwaan, namun disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar bersama BBPOM berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya penyelamatan generasi bangsa.(*)

Comment