RETAS.News, Mateng – Sebanyak Rp48 miliar diterima Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dari pemerintah pusat melalui tambahan Dana Alokasi Umum (DAU).
Tambahan anggaran tersebut menjadi bagian dari dukungan fiskal pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
Pemerintah pusat diketahui menggelontorkan tambahan dukungan fiskal sebesar Rp18,9 triliun untuk 546 pemerintah daerah.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 198 Tahun 2026 yang ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 5 Agustus 2026.
Secara nasional, tambahan tersebut terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp8,85 triliun dan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp10,05 triliun.
Dukungan fiskal itu ditujukan untuk membantu daerah memenuhi kebutuhan belanja, termasuk pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tenaga paruh waktu.
Namun, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras mengatakan tambahan anggaran yang diterima daerahnya akan difokuskan untuk menangani kebutuhan mendesak yang dirasakan masyarakat.
Menurut Arsal, sejumlah sektor yang menjadi perhatian yakni distribusi air bersih, penanganan kebakaran dan kebersihan lingkungan.
Sementara itu, anggaran untuk gaji PPPK telah disiapkan secara terpisah oleh Pemkab Mamuju Tengah.
Arsal menyebut pemerintah daerah telah jauh hari mengalokasikan anggaran khusus untuk gaji PPPK, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Kami sudah sampaikan ke Badan Keuangan untuk segera diproses. Gaji PPPK di Mamuju Tengah sudah aman dan disiapkan Pemerintah Kabupaten. Tak terkecuali PPPK Paruh Waktu yang akan diberikan tambahan gaji 13 dan gaji 14,” ujar Arsal Aras saat dikonfirmasi TribunSulbar, Minggu (30/8/2026).
Dengan alokasi gaji aparatur yang telah disiapkan, Pemkab Mamuju Tengah akan mengarahkan anggaran tambahan tersebut untuk kebutuhan yang dinilai lebih mendesak.
Prioritasnya meliputi pemenuhan sarana dan prasarana darurat, seperti penambahan armada pemadam kebakaran (damkar), armada pengangkut sampah, serta armada dan pompa air bersih.
“Kami lebih fokus kepada kondisi genting saat ini yang dirasakan di Mamuju Tengah, yang butuh penanganan serius,” tegasnya.
Comment