Hadapi Masa Purna Tugas, ASN Mamuju Tengah Didorong Siapkan Administrasi dan Usaha Mandiri

Sumber Foto: Tim Redaksi, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, bersama perwakilan Bank Mandiri Taspen, Kepala BKD, dan peserta kegiatan berfoto usai sosialisasi program Taspen dan layanan perbankan bagi ASN yang akan memasuki masa pensiun di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah, Rabu (10/6/2026).

RETAS.NEWS, Mateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah bekerja sama dengan Bank Mandiri Taspen menggelar sosialisasi program Taspen dan layanan perbankan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa pensiun.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah, Rabu (10/6/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), pimpinan Bank Mandiri Taspen, serta para ASN yang masa purna tugasnya semakin dekat.

Berdasarkan data BKD Mamuju Tengah, sebanyak 173 ASN akan memasuki masa pensiun pada periode 2026 hingga 2028. Dari jumlah tersebut, pada tahun 2026 terdapat tiga pejabat Eselon II dan empat pejabat Eselon III yang akan mengakhiri masa pengabdiannya sebagai aparatur negara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, mengatakan kegiatan sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada ASN terkait hak-hak yang akan diterima serta layanan yang tersedia setelah memasuki masa pensiun.

Menurutnya, sistem pelayanan pensiun saat ini terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi sehingga proses administrasi menjadi lebih mudah dan efisien.

“Pada masa lalu pembayaran pensiun dilakukan melalui kantor pos dengan proses verifikasi secara langsung. Kini sistem pelayanan sudah jauh lebih modern dan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Litha.

Ia menjelaskan, PT Taspen kini menerapkan sistem verifikasi berbasis pengenalan wajah (face recognition) untuk memastikan identitas penerima manfaat secara akurat.

Melalui sistem tersebut, penerima manfaat cukup melakukan verifikasi melalui aplikasi dengan menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan sebagai bentuk validasi identitas.

Litha menilai perkembangan teknologi tersebut memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan keamanan dalam proses penyaluran manfaat pensiun.

Selain membahas layanan Taspen, para peserta juga mendapatkan informasi terkait perencanaan masa pensiun, pengelolaan keuangan, dan berbagai layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan setelah tidak lagi aktif sebagai ASN.

Menurut Litha, masa pensiun perlu dipersiapkan dengan baik agar para ASN tetap dapat menjalani kehidupan yang nyaman dan sejahtera setelah menyelesaikan masa pengabdian.

“Tujuan persiapan pensiun adalah bagaimana kita dapat hidup dengan tenang dan nyaman setelah tidak lagi aktif sebagai ASN,” katanya.

Ia juga mengingatkan para ASN untuk melengkapi dokumen administrasi pensiun yang harus diajukan ke BKD paling lambat enam bulan sebelum memasuki masa purna tugas.

Selain itu, ASN didorong mulai merencanakan aktivitas produktif setelah pensiun, baik melalui usaha mandiri, pengelolaan lahan pertanian, maupun kegiatan lain yang dapat menunjang kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, perencanaan yang matang menjadi penting karena kondisi pendapatan saat pensiun akan berbeda dibandingkan ketika masih aktif bekerja sebagai ASN.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami hak-hak pensiun, layanan PT Taspen, serta berbagai produk dan layanan Bank Mandiri Taspen yang dapat mendukung kesejahteraan di masa purna tugas.

“Dengan bekal informasi yang memadai, para calon pensiunan diharapkan mampu menjalani masa pensiun dengan tenang, produktif, dan tetap sejahtera,” pungkasnya. (*)

Comment