RETAS.News, Mateng — Upaya pembenahan sektor pendidikan di Kabupaten Mamuju Tengah terus didorong secara sistematis. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kini memfokuskan langkah pada penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK) bagi jabatan fungsional guru sebagai dasar perencanaan kebutuhan tenaga pendidik.
Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan distribusi guru berjalan lebih proporsional, berbasis data riil di setiap satuan pendidikan, sekaligus menjawab ketimpangan yang selama ini masih terjadi di sejumlah sekolah.
Kepala Disdikbud Mamuju Tengah, Marhuding, menyebut proses penyusunan ABK menjadi instrumen penting dalam mengukur kapasitas dan kebutuhan tenaga pendidik secara objektif.
“Kami berharap kepala sekolah benar-benar memanage dan memastikan semua layanan pendidikan berjalan, khususnya proses pembelajaran,” ujarnya kepada awak media, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah tenaga pengajar, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam proses belajar mengajar yang berlangsung di ruang kelas.
Karena itu, penguatan manajemen sekolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Disdikbud juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi secara dini berbagai kendala di lapangan, sekaligus memastikan standar proses pendidikan berjalan optimal.
Di sisi lain, sinergi lintas perangkat daerah turut menjadi perhatian. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mamuju Tengah mendorong agar hasil pemetaan ABK dapat menjadi dasar dalam pendistribusian Aparatur Sipil Negara (ASN) secara lebih merata.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Informasi, Penilaian, dan Evaluasi Kinerja Aparatur BKPSDM, Bahri, menilai distribusi ASN harus disesuaikan dengan kebutuhan jabatan di masing-masing unit kerja, khususnya di sektor pendidikan.
Dengan demikian, kelebihan maupun kekurangan tenaga pendidik di setiap sekolah dapat diatasi melalui kebijakan yang terukur dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari visi pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, sejalan dengan target mewujudkan generasi emas di masa mendatang.
Melalui pendekatan berbasis data dan penguatan tata kelola, Mamuju Tengah diharapkan mampu menghadirkan sistem pendidikan yang lebih adaptif, merata, dan berkualitas.
Comment