RETAS.News MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau kegiatan budidaya maggot di Kecamatan Panakkukang pada Jumat (8/25). Kegiatan ini dilakukan di lokasi milik Hj. Sulaiman yang memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) untuk mengolah sampah organik.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dalam kesempatan itu, Munafri melihat langsung proses budidaya maggot di berbagai skala, mulai dari tingkat kelurahan, RT, hingga perumahan.
Di tingkat kelurahan, sampah organik sebanyak 20–25 kg per hari diolah menjadi 25–30 kg maggot. Sementara di skala RT, sebanyak 7–8 kg sampah menghasilkan 7–10 kg maggot. Di skala perumahan, sebanyak 3–5 kg sampah per hari dikonversi menjadi 4–5 kg maggot.
Munafri mengapresiasi inisiatif tersebut, yang dinilainya mampu memberikan solusi konkret terhadap permasalahan sampah organik di Makassar. Ia juga menyoroti manfaat ekonomi dari budidaya maggot, seperti sebagai bahan pakan ternak dan pupuk organik.
“Budidaya maggot ini luar biasa. Selain mengurangi sampah, juga memberi nilai ekonomi. Pemerintah akan terus mendukung agar program ini berjalan optimal,” ujar Munafri.
Ia menegaskan, inisiatif seperti ini akan menjadi bagian dari strategi Pemkot Makassar untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis maggot tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang efektif, sekaligus mendorong transformasi kota menuju ekosistem lingkungan yang lebih sehat.
Comment