RETAS.News MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menerima kunjungan kerja sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia di Balai Kota Makassar, Jumat (8/25).
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Dumai, Wakil Wali Kota Samarinda, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Wakil Wali Kota Kendari, Wakil Bupati Pulang Pisau, Wakil Bupati Magetan, serta Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, diwarnai diskusi seputar pembangunan daerah, pengelolaan lingkungan, serta berbagai inovasi kebijakan. Dalam kesempatan itu, Munafri memaparkan program unggulan Kota Makassar dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang mengarah pada target zero waste.
Ia menjelaskan pendekatan terpadu yang diterapkan, seperti integrasi antara pertanian perkotaan (urban farming) dengan pengembangan badan usaha berbasis lingkungan, termasuk budidaya maggot untuk pengolahan sampah organik.
“Makassar sedang mengembangkan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang dimulai dari rumah tangga. Fokus kami adalah mengolah sampah organik di sumbernya,” kata Munafri.
Menurutnya, dari total volume sampah harian Makassar yang mencapai 1.000–1.500 ton, lebih dari 50 persen merupakan sampah organik. Sampah tersebut diolah melalui proses budidaya maggot yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan atau dikeringkan untuk keperluan lain, sekaligus menjadi sumber penghasilan warga.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyusun kajian pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik dan mendorong pengembangan industri daur ulang plastik. Targetnya, sekitar 100 ton sampah plastik per hari bisa didaur ulang sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular di kota tersebut.
Dalam penyambutannya, Munafri turut memperkenalkan kuliner khas Sulawesi Selatan, seperti barongko, kepada para tamu. Beberapa kepala daerah juga berbagi pengalaman positif selama berkunjung ke destinasi wisata di sekitar Makassar.
Munafri menutup pertemuan dengan harapan agar kunjungan ini menjadi langkah awal bagi kolaborasi antardaerah dalam mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Comment