RETAS.News, Makassar — Pemerintah Kota Makassar mulai menggulirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) selama 10 hari terakhir Ramadan 1447 Hijriah.
Program tersebut dibuka Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Rabu (11/3/2026), dengan dua titik perdana di halaman Masjid Nurul Amin, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, serta Kompleks Pesona Dahlia, Kecamatan Mariso.
Munafri mengatakan program tersebut digelar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
“Program ini untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah, agar tetap memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah digelar secara mobile dan menargetkan seluruh kecamatan di Makassar hingga 18 Maret 2026.
Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya menekan potensi lonjakan harga yang biasanya terjadi pada akhir Ramadan sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar, Evy Aprialti, mengatakan program tersebut merupakan intervensi pemerintah terhadap inflasi daerah yang saat ini mencapai 6,23 persen.
“Paket pangan murah ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.
Dalam program tersebut, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar, di antaranya minyak goreng Rp15.000 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta beras SPHP dari Perum Bulog seharga Rp57.000 untuk kemasan 5 kilogram.
Selain wilayah daratan, Pemkot Makassar juga berencana melaksanakan Gerakan Pangan Murah di wilayah kepulauan pada 18 Maret 2026.
Program tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran. (*)
Comment