Pendapatan Meningkat, Perumda Pasar Makassar Raya Setorkan Dividen Rp1,3 Miliar

Sumber Foto : Humas Pemkot - Suasana rapat Direksi Perumda Pasar Makassar Raya saat memaparkan evaluasi kinerja dan pembenahan tata kelola perusahaan di Kantor Perumda Pasar Makassar Raya, Senin (5/1/2026).

RETAS.News, Makassar — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya mencatat capaian positif di bawah kepemimpinan direksi baru. Upaya pembenahan tata kelola pasar yang dilakukan sepanjang 2025 mulai menunjukkan hasil nyata.

Penataan pedagang, perbaikan sistem retribusi, hingga penguatan manajemen internal menjadi fokus utama. Langkah tersebut dijalankan di tengah persoalan pasar tradisional yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, menyebut pembenahan dilakukan secara menyeluruh. Pendekatan humanis kepada pedagang dikombinasikan dengan penguatan sistem pengelolaan perusahaan.

Transformasi tersebut menjadi respons atas kondisi perusahaan yang sebelumnya mengalami kerugian. Sekaligus menjawab tantangan pengelolaan 18 pasar induk serta sejumlah pasar darurat di Kota Makassar.

Ali Gauli memaparkan progres peningkatan pendapatan, kebijakan retribusi, penataan pedagang pasar tumpah dan tradisional, hingga pembenahan internal perusahaan sejak dirinya memimpin Perumda Pasar Makassar Raya.

“Melalui digitalisasi, evaluasi sumber daya manusia, serta penguatan koordinasi lintas instansi, kami berupaya meminimalkan kebocoran pendapatan dan menciptakan pasar yang lebih tertib, bersih, dan berdaya saing,” ujarnya, Senin (5/1/2026), didampingi Direktur Operasional PD Pasar Rusli Patara.

Meski belum genap satu tahun menjabat, direksi baru berhasil membukukan capaian finansial signifikan. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Perumda Pasar Makassar Raya mampu menyetor dividen hingga Rp1,3 miliar.

Capaian tersebut menjadi penanda kebangkitan kinerja perusahaan daerah pengelola pasar tradisional. Sekaligus mencerminkan perubahan arah manajemen yang lebih terukur dan disiplin.

Ali Gauli menyebut, kontribusi dividen tahun ini menjadi yang tertinggi. Nilainya berada di kisaran Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar.

“Kalau sebelumnya sekitar Rp750 juta pada 2023. Ini bukan semata soal laba, tapi kontribusi kepada pemerintah kota,” tegasnya.

Ia optimistis 2026 akan menjadi tahun fundamental bagi Perumda Pasar Makassar Raya. Stabilitas kinerja dinilai akan memperkuat pendapatan perusahaan secara berkelanjutan.

“Kalau 2026 berjalan baik, ke depan pendapatan akan jauh lebih kuat secara bisnis,” tambahnya.

Terkait penarikan retribusi, Ali Gauli menegaskan bahwa aktivitas jual beli di atas fasilitas milik negara diatur dalam peraturan daerah (Perda). Namun penarikan retribusi tidak berarti melegalkan aktivitas berdagang di lokasi terlarang.

“Ketika aktivitas berlangsung di atas fasilitas negara, pemerintah memiliki kewenangan menarik retribusi sesuai ketentuan. Tapi secara prinsip, keberadaan pedagang di lokasi itu tetap tidak dibenarkan,” ujarnya.

Ia mencontohkan kawasan Pasar Terong dan Pasar Kalimbu yang memiliki batas kewenangan pengelolaan. Dalam radius tertentu, Perumda Pasar berwenang menarik retribusi, termasuk terhadap pedagang kaki lima yang memanfaatkan fasilitas pasar.

Soal kebersihan dan keamanan, Ali Gauli menjelaskan bahwa penarikan iuran bergantung pada pihak pengelola kawasan. Perumda Pasar hanya menarik retribusi sesuai regulasi.

Menjawab kondisi fisik pasar, Ali Gauli mengakui banyak pasar di Makassar yang sudah tidak layak. Namun hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembenahan.

“Struktur pasar memang sudah tidak layak. Tapi bukan berarti berhenti. Kami tetap memaksimalkan potensi yang ada sambil menyiapkan pola perbaikan ke depan,” katanya.

Sebagai bagian dari pendekatan kepada pedagang, Perumda Pasar Makassar Raya rutin menggelar kerja bakti setiap Jumat di seluruh pasar. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan.

Saat ini, Perumda Pasar Makassar Raya mengelola 18 pasar induk, sejumlah pasar darurat, serta kawasan pedagang kaki lima. Terdapat pula pasar lingkungan atau pasar kelurahan yang dikelola warga atau koperasi.

“Pasar lingkungan diperbolehkan secara aturan. Kami hanya menarik retribusi. Sewa tempat menjadi kewenangan pengelola lahan,” jelasnya.

Pada 2025, perusahaan daerah ini mencatat peningkatan pendapatan dan kembali memberikan kontribusi dividen kepada Pemerintah Kota Makassar, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Ali Gauli menyebut kinerja Perumda Pasar Makassar Raya berada pada jalur yang sesuai program kerja 2025. Indikatornya terlihat dari peningkatan pendapatan dan kemampuan menyetor dividen.

“Sebelum saya masuk, perusahaan mengalami kerugian dua tahun berturut-turut. Hingga April 2025 kondisinya masih negatif,” ungkapnya.

Pembenahan dilakukan melalui penguatan manajemen, pendampingan tim ahli, serta digitalisasi sistem pembayaran. Perumda Pasar kini menerapkan sistem barcode dan pembayaran digital.

“Kami ingin potensi pendapatan terpetakan dan kebocoran diminimalkan. Yang utama transparansi dan pengendalian,” jelasnya.

Ali Gauli juga menyinggung persoalan jumlah pegawai. Dari total awal 511 orang, kini berkurang menjadi 377 pegawai dan masih akan dievaluasi.

Sekitar 130 hingga 140 pegawai merupakan tenaga kebersihan dan keamanan. Meski idealnya dikelola pihak ketiga, keterbatasan keuangan membuat pengelolaan masih dilakukan secara internal.

“Ini soal kemampuan keuangan dan tanggung jawab sebagai BUMD. Kami terus melakukan yang terbaik,” tutupnya.(*)

Comment