RETAS.News, Makassar — Tahun 2026 ditetapkan sebagai momentum dimulainya konstruksi fisik Stadion Untia, stadion bertaraf internasional yang berlokasi di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya. Proyek ini menandai babak baru pembangunan infrastruktur olahraga Kota Makassar.
Pemerintah Kota Makassar memastikan pembangunan Stadion Untia masuk program prioritas 2026. Stadion dirancang sebagai arena pertandingan, pusat pembinaan atlet, ruang ekspresi prestasi, sekaligus ruang publik terbuka bagi masyarakat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen pemerintah kota bukan sebatas pernyataan, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret yang telah terprogram secara resmi.
Ia berharap seluruh proses berjalan lancar serta membawa manfaat luas bagi masyarakat. Dukungan dan doa warga dinilai penting agar setiap tahapan terlaksana sesuai rencana.
“Insya Allah mohon doanya ya, untuk pembangunan Stadion Untia tahun ini,” ujar Appi, Senin (5/1/2026).
Munafri menyebut stadion baru menjadi elemen penting visi besar pemerintah kota dalam menghidupkan kembali kejayaan olahraga Makassar serta menghadirkan fasilitas publik berstandar.
“Insya Allah konstruksi awal stadion Untia di tahun 2026 ini. Suatu saat kita akan melihat stadion megah berdiri di Kota Makassar. Saya janji, stadion itu akan ada di Makassar,” tegasnya.
Stadion Untia diproyeksikan sebagai fasilitas olahraga representatif dan inklusif. Atlet memperoleh ruang pembinaan layak, talenta muda memiliki panggung prestasi, masyarakat menikmati ruang publik sehat dan produktif.
Keberadaan stadion juga diharapkan menggerakkan ekonomi kawasan, membuka peluang usaha, serta menciptakan pusat aktivitas baru di Untia dan sekitarnya.
Dengan perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor, pembangunan Stadion Untia diposisikan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga Makassar.
Munafri menegaskan 2026 menjadi titik awal pembangunan fisik stadion. Seluruh proses penganggaran dipastikan transparan dan akuntabel demi keberlanjutan proyek.
“Tahun 2026 ini stadion benar-benar masuk tahapan pembangunan. Anggarannya transparan agar setiap proses berjalan stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah kota memahami kerinduan masyarakat terhadap stadion kebanggaan daerah. Stadion Untia dipandang sebagai simbol harapan, kebanggaan, serta mimpi kolektif warga Makassar.
“Ini bukan sekadar bangunan, tetapi harapan dan mimpi bersama masyarakat Makassar,” jelas Appi.
Ia menegaskan pembangunan tidak dimulai dari pengecoran beton, melainkan perencanaan terukur. Hingga akhir Desember 2025, seluruh tahapan awal telah dituntaskan, mulai dari studi kelayakan (feasibility study/FS) hingga masterplan pembangunan.
“Pembangunan stadion ini diawali perencanaan. Alhamdulillah, akhir Desember 2025 FS dan masterplan sudah rampung,” ungkapnya.
Aspek lahan juga dipastikan aman. Sertifikat lahan telah diselesaikan untuk mencegah hambatan administratif di kemudian hari.
“Sebelum membangun, kami pastikan lahannya aman. Sertifikat sudah selesai,” kata Appi.
Munafri meminta masyarakat terus mengawal proses pembangunan. Ia menekankan setiap langkah bergerak konsisten menuju tujuan besar.
“Proses ini berjalan setiap hari. Menunggu memang tidak mudah, tapi percayamaki. Tujuannya satu, Makassar memiliki stadion yang layak dan membanggakan,” tutupnya.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyatakan optimisme atas rencana pembangunan Stadion Untia yang mulai dikerjakan pada 2026.
“Proyek ini menjadi tonggak pengembangan infrastruktur olahraga sekaligus simbol kebanggaan baru warga Makassar,” ujarnya.
Aliyah menegaskan pembangunan stadion merupakan hasil perencanaan matang serta komitmen kuat pemerintah kota menghadirkan fasilitas olahraga representatif dan berstandar nasional.
“Bismillah, Insya Allah pembangunan Stadion Untia berjalan baik. Kami mohon doa dan restu seluruh warga Makassar,” ucapnya.
Di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham, program unggulan MULIA di sektor infrastruktur olahraga mulai direalisasikan. Stadion bertaraf internasional yang lama dinantikan tidak lagi sebatas wacana.
Tender Stadion Untia menjadi penanda dimulainya pembangunan infrastruktur olahraga modern. Stadion diproyeksikan sebagai pusat pembinaan atlet, lokasi penyelenggaraan event besar, sekaligus simbol kemajuan olahraga Makassar.
Berdasarkan penelusuran laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar, paket tender pembangunan Stadion Untia telah diumumkan secara terbuka. Tender menggunakan kode 10107750000 dengan nama paket Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga (MK Pembangunan Stadion Untia).
Pengadaan diumumkan pada 31 Desember 2025 dan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar Tahun Anggaran 2026.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (Pekerjaan Umum), pemerintah kota menetapkan pagu anggaran Rp7 miliar, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp6,9 miliar.
Paket dikategorikan sebagai jasa konsultansi badan usaha konstruksi. Metode seleksi menggunakan prakualifikasi dua file dengan penilaian kualitas teknis dan efisiensi biaya.
Evaluasi menitikberatkan bobot teknis 80 persen dan biaya 20 persen. Skema ini diterapkan untuk memastikan penyedia jasa memiliki kompetensi, pengalaman, serta kapasitas profesional memadai.
Sejumlah persyaratan kualifikasi diberlakukan, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 71102, Sertifikat Badan Usaha (SBU), sertifikat standar terverifikasi, hingga status wajib pajak aktif.
Pemerintah kota menegaskan tender tidak menggunakan mekanisme e-reverse auction guna menjaga kualitas hasil pekerjaan.
Pembangunan Stadion Untia dirancang melalui skema multiyears contract. Skema ini menegaskan keseriusan pemerintah kota memastikan proyek strategis berjalan terencana, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang.(*)
Comment