Wali Kota Makassar Paparkan Inovasi Pengelolaan Sampah di Hadapan Sejumlah Kepala Daerah

Wali Kota Makassar Paparkan Inovasi Pengelolaan Sampah di Hadapan Sejumlah Kepala Daerah

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan kerja sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia di Balai Kota Makassar, Jumat (8/8).

RETAS.News MAKASSAR,  – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan kerja sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia di Balai Kota Makassar, Jumat (8/8).

Delegasi yang hadir antara lain Wali Kota Dumai, Wakil Wali Kota Samarinda, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Wakil Wali Kota Kendari, serta Wakil Bupati dari Pulang Pisau, Magetan, dan Penukal Abab Lematang Ilir.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Selain menjalin silaturahmi, para kepala daerah juga saling bertukar pengalaman mengenai tantangan pembangunan serta strategi pengelolaan wilayah masing-masing, termasuk di bidang lingkungan hidup.

Sebagai bagian dari jamuan, tamu undangan disuguhi kuliner khas Sulawesi Selatan, seperti barongko. Beberapa kepala daerah menyampaikan kesan positif mereka terhadap potensi wisata Makassar, terutama setelah berkunjung ke sejumlah pulau di sekitarnya.

Dalam sesi diskusi, Munafri memaparkan program unggulan Pemkot Makassar di bidang pengelolaan sampah. Ia menjelaskan konsep pengelolaan berbasis rumah tangga yang terintegrasi dengan urban farming dan pengembangan usaha lingkungan seperti budidaya maggot.

“Saat ini kami sedang membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dengan tujuan akhir zero waste,” kata Munafri.

Ia mencontohkan aktivitas warga di Kecamatan Panakkukang yang mengolah sampah organik melalui budidaya maggot. Proses ini berlangsung antara dua minggu hingga dua bulan, dengan hasil berupa pakan ternak yang memiliki nilai ekonomi.

Diketahui, volume sampah harian di Kota Makassar mencapai 1.000 hingga 1.500 ton, dengan lebih dari separuhnya merupakan sampah organik. Pemerintah kota fokus mengelola sampah organik di tingkat sumber, sementara sampah non-organik diarahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan bank sampah.

Munafri juga mengungkap rencana pengembangan energi berbasis limbah sebagai alternatif sumber listrik. Menurutnya, kajian teknis telah disiapkan dan diharapkan dapat mendukung kebutuhan daya kota secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami targetkan bisa memanfaatkan sampah menjadi sumber energi, meski tentu membutuhkan biaya tipping fee yang tidak sedikit,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga mendorong industri daur ulang untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai guna, dengan target kapasitas hingga 100 ton per hari sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular.

Menutup pertemuan, Munafri menyampaikan apresiasi atas kunjungan para kepala daerah dan berharap Makassar dapat menjadi ruang kolaborasi antar daerah dalam mengembangkan inovasi dan kebijakan berkelanjutan di masa depan.

Comment