Kadisdikbud Mateng Hadiri Pengukuhan Pengurus PGRI Topoyo, Dorong Peningkatan Kualitas Guru

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah, Marhuding, menghadiri undangan PGRI Cabang Topoyo dalam rangka pengukuhan sekaligus rapat kerja pengurus ranting cabang Topoyo. Kegiatan berlangsung di SMKN 1 Topoyo, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Jumat (2/10/2026).

pemkot-makassar

RETAS.News, Mateng – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamuju Tengah, Marhuding, menghadiri pengukuhan sekaligus rapat kerja pengurus ranting Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Topoyo, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di SMKN 1 Topoyo, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, dengan dihadiri jajaran pengurus PGRI dan pihak terkait.

Dalam kesempatan itu, Marhuding berharap PGRI Cabang Topoyo dapat berperan aktif mengawal perkembangan dunia pendidikan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Mamuju Tengah.

Menurutnya, PGRI memiliki posisi penting sebagai organisasi profesi guru, terutama dalam memperjuangkan peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta kesejahteraan para pendidik.

Ia juga mendorong pengurus yang baru dikukuhkan agar aktif menyampaikan aspirasi para guru dan memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah daerah.

“PGRI diharapkan bisa memberikan kontribusi besar bagi kemajuan dunia pendidikan. Mudah-mudahan, target pemerintah menjadikan generasi emas tahun 2045 bisa terwujud,” harap Marhuding.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga ditentukan oleh profesionalisme, dedikasi, dan kemampuan guru dalam menjalankan proses pembelajaran.

Karena itu, PGRI diharapkan mampu mendorong para anggotanya untuk terus berinovasi dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital.

Marhuding juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kesenjangan akses pendidikan hingga dampak perkembangan teknologi terhadap proses belajar mengajar.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia berharap PGRI Cabang Topoyo dapat menjadi motor penggerak kolaborasi dalam mencari solusi, termasuk melalui program pelatihan dan pendampingan bagi guru, khususnya yang bertugas di wilayah pedesaan.

Melalui pengukuhan dan rapat kerja tersebut, PGRI Cabang Topoyo diharapkan semakin memperkuat peran organisasi dalam memperjuangkan aspirasi guru serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Mamuju Tengah.(*)

Comment