Urban Farming Ala H. Sukardi Latief: Hijaukan Blok M BTP, Wujudkan Kemandirian Pangan Warga

Urban Farming Ala H. Sukardi Latief: Hijaukan Blok M BTP, Wujudkan Kemandirian Pangan Warga

Program urban farming yang diusung Pemerintah Kota Makassar terus mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satu yang menonjol adalah inisiatif H. Sukardi Latief, tokoh masyarakat dan pengusaha distribusi pupuk dan bibit di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP).

RETAS.News MAKASSAR — Program urban farming yang diusung Pemerintah Kota Makassar terus mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat. Salah satu yang menonjol adalah inisiatif H. Sukardi Latief, tokoh masyarakat dan pengusaha distribusi pupuk dan bibit di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP).

Sejak jauh sebelum tren urban farming merebak, H. Sukardi telah menanam berbagai jenis pohon buah jangka panjang seperti mangga, durian, nangka, sukun, alpukat, klengkeng, dan matoa di sekitar tempat tinggalnya di Komplek Blok M BTP. Yang menarik, pohon-pohon ini tidak hanya ditanam di halaman pribadi, tapi juga di depan masjid dan sepanjang jalan komplek.

Kini, pohon-pohon tersebut tumbuh subur dan mulai berbuah. Hasil panen pun dinikmati secara kolektif oleh warga.

“Walaupun saya yang menanam, tapi hasilnya untuk semua warga. Silakan ambil sesuai kebutuhan, asalkan tidak dijual,” ujar H. Sukardi.

Selain untuk ketahanan pangan, inisiatif ini juga memperindah lingkungan. Komplek terasa lebih sejuk, cadangan air tanah terjaga, dan kehadiran pepohonan menarik berbagai jenis burung yang turut menghuni kawasan tersebut.

H. Sukardi juga aktif mengajak warga untuk ikut merawat tanaman. Ia meyakini bahwa kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan akan menciptakan hunian yang sehat, nyaman, dan mandiri secara pangan.

Urban farming ala H. Sukardi Latief menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil dari individu bisa berdampak besar bagi komunitas. Gerakan hijau ini menjadi inspirasi bagi masyarakat perkotaan lainnya untuk ikut menciptakan kota yang lebih lestari dan mandiri.

Comment