MAKASSAR, RETAS.NEWS – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melantik Pengurus Dewan Kesenian Makassar (DKM) periode 2026–2031 di Mall Phinisi Point, Sabtu (27/6/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan insan seni dalam mendorong kemajuan kebudayaan di daerah.
Dalam sambutannya, Munafri atau yang akrab disapa Appi mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DKM yang baru dilantik.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan karya-karya berkualitas sekaligus memperkuat seni dan budaya sebagai identitas Kota Makassar.
Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya diukur dari pesatnya pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana ruang bagi seni dan budaya mendapat perhatian yang layak.
“Makassar tidak pernah kekurangan talenta seni. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu bisa dieksplorasi menjadi kekuatan sekaligus memberikan manfaat bagi kota,” ujar Appi.
Ia mengakui Pemerintah Kota Makassar masih memiliki pekerjaan rumah, yakni menghadirkan gedung pertunjukan seni yang representatif bagi para seniman. Karena itu, pemerintah berkomitmen merealisasikan pembangunan fasilitas tersebut dengan target penyelesaian paling lambat pada 2028.
“Hari ini Kota Makassar masih berutang kepada para seniman karena belum memiliki infrastruktur pertunjukan seni yang memadai. Insyaallah akan kami tuntaskan sebelum 2028,” tegasnya.
Menurut Appi, keberadaan gedung pertunjukan menjadi kebutuhan penting agar para pelaku seni memiliki ruang untuk berkarya, mengembangkan kreativitas, sekaligus menjaga warisan budaya Makassar di tengah perkembangan zaman.
Lebih lanjut, Appi mengingatkan agar Dewan Kesenian Makassar tidak hanya menjadi organisasi seremonial. Ia berharap DKM mampu menjadi wadah kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan seni dan budaya di Kota Makassar.
Untuk mendukung hal tersebut, ia menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kota Makassar agar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program-program DKM.
“Kalau pemerintah sudah mengukuhkan dewan ini sebagai bagian dari pembangunan kota, tentu tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Harus ada sistem pendukung yang kuat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Appi juga menyinggung suksesnya penyelenggaraan International Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang beberapa waktu lalu menghadirkan puluhan delegasi dari berbagai negara di Makassar.
Menurutnya, antusiasme para tamu terhadap pertunjukan seni dan budaya menjadi bukti bahwa Makassar memiliki potensi besar sebagai kota budaya yang mampu menarik perhatian dunia.
Karena itu, ia berharap DKM dapat terus menggali, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan seni budaya daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat citra Makassar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di akhir sambutannya, Appi mengajak seluruh insan seni untuk terus membangun kolaborasi dan menghindari konflik internal demi menciptakan ekosistem kesenian yang sehat dan berkelanjutan.
“Selamat bekerja dan selamat membangun peradaban baru di Kota Makassar. Mari menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda,” pungkasnya.
Comment