10 Hari ke Depan, BMKG Peringatkan Curah Hujan Tinggi di Sulsel

Ilustrasi Cuaca Buruk

RETAS.News, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem selama 10 hari ke depan. Sebanyak enam kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) ditetapkan berstatus awas curah hujan tinggi.

“Informasi potensi curah hujan tinggi dasarian II Januari 2026 periode 11–20 Januari,” tulis BMKG Wilayah IV Makassar dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).

Daerah yang masuk kategori awas meliputi Kota Makassar, Kabupaten Barru, Bone, Gowa, Maros, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Status awas menunjukkan probabilitas curah hujan diperkirakan melebihi 300 milimeter.

BMKG Wilayah IV Makassar memprakirakan cuaca ekstrem berpotensi berdampak pada sejumlah kecamatan di enam wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Pahami wilayah rawan bencana di sekitar. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi langkah utama dalam menghadapi potensi curah hujan tinggi,” imbau BMKG.

Berdasarkan data BMKG, berikut wilayah dan kecamatan yang berpotensi terdampak hujan lebat dalam 10 hari ke depan:

Makassar: Kecamatan Biringkanaya, Manggala, Panakkukang, dan Tamalanrea.
Barru: Kecamatan Barru, Pujananting, Tanete Riaja, dan Tanete Rilau.
Bone: Kecamatan Tellulimpoe.
Gowa: Kecamatan Parangloe, Pattallassang, Somba Opu, dan Tinggimoncong.
Maros: Kecamatan Bantimurung, Bontoa, Cenrana, Lau, Mandai, Maros Baru, Marusu, Moncongloe, Simbang, Tanralili, Tompobulu, dan Turikale.
Pangkep: Kecamatan Balocci, Bungoro, Labakkang, Liukang Tupabbiring Utara, Liukang Tupabbiring, Mandalle, Marang, Minasatene, Pangkajene, Segeri, Tondong Tallasa, dan Tallasa.

BMKG mengingatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah dengan kondisi drainase terbatas dan daerah aliran sungai.

Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan informasi resmi BMKG serta arahan pemerintah daerah dan instansi terkait. (*)

Comment