RETAS.News, Makassar — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Barat dengan meraih penghargaan sebagai daerah dengan capaian Indeks Inovasi Daerah tertinggi.
Penghargaan tersebut diraih dalam ajang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Aula Andi Depu, Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jumat (10/4/2026).
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat kepada Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras.
Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, menyebut capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendorong inovasi di berbagai sektor pembangunan.
Menurutnya, berbagai program dan terobosan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Nasyrah Aziz, mengungkapkan bahwa capaian indeks inovasi daerah Mamuju Tengah terus mengalami peningkatan setiap tahun.
“Setiap tahun mengalami kenaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penilaian tersebut mengacu pada Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.10.11-6097 Tahun 2025.
Menurutnya, meskipun masih berada pada kategori inovatif, nilai indeks Mamuju Tengah sudah jauh melampaui kabupaten lain di Sulawesi Barat.
“Meskipun predikat kita masih inovatif, secara nilai indeks kita jauh di atas kabupaten lain di Sulbar. Hanya berselisih sekitar 1,19 poin lagi untuk mencapai kategori sangat inovatif,” jelasnya.
Nasyrah menambahkan, penilaian indeks inovasi dilakukan secara nasional dengan melibatkan 415 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sehingga persaingan dinilai cukup ketat.
“Jadi memang butuh kerja keras untuk bisa bersaing dengan daerah-daerah seperti di Jawa. Kami tidak berpuas diri dan akan terus berinovasi,” tegasnya.
Berdasarkan data yang dirilis, Kabupaten Mamuju Tengah menempati posisi teratas dengan skor 63,82 dalam kategori inovatif.
Di posisi kedua, Kabupaten Polewali Mandar mencatat skor 43,67, disusul Kabupaten Majene dengan 42,21, serta Kabupaten Mamuju dengan skor 41,42 yang juga berada pada kategori inovatif.
Sementara itu, Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Pasangkayu masih berada pada kategori kurang inovatif, masing-masing dengan skor 9,40 dan 8,40.
Capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan signifikan yang diraih Kabupaten Mamuju Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
Tercatat, pada 2020 Mamuju Tengah hanya meraih skor 3 dengan kategori kurang inovatif, kemudian meningkat menjadi 38,41 pada 2021, 50,56 pada 2022, 54,40 pada 2023, 58,95 pada 2024, hingga mencapai 63,82 pada 2025.
Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan hasil tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)
Comment