RETAS.News, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di Kota Makassar yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, mengatakan berdasarkan hasil analisis BMKG, Kota Makassar dan sekitarnya berpotensi mengalami curah hujan tinggi dengan akumulasi lebih dari 400 milimeter dalam satu bulan.
“Kami dari Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar memprediksi adanya peningkatan curah hujan pada bulan Januari hingga Februari, dengan akumulasi curah hujan mencapai di atas 400 milimeter dalam periode satu bulan,” kata Nasrol Adil usai rapat koordinasi di Media Center Balai Kota Makassar, Senin (12/1/2026).
Ia menyebutkan, tingginya curah hujan tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah rawan genangan serta daerah dengan sistem drainase yang kurang optimal. Selain itu, masyarakat pesisir diminta mewaspadai potensi peningkatan tinggi gelombang laut.
“Curah hujan yang tinggi ini memiliki potensi besar menimbulkan banjir dan longsor, serta peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir Kota Makassar,” ujarnya.
BMKG merekomendasikan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dalam periode tersebut.
“Kami sangat merekomendasikan adanya siaga darurat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang akan kita hadapi, baik pada bulan ini maupun hingga Februari mendatang,” tegas Nasrol.
Ia menjelaskan, secara regional terdapat aktivitas gelombang Rossby serta pengaruh Monsun Asia yang turut memperkuat pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.
“Secara regional, saat ini terdapat aktivitas gelombang Rossby serta pengaruh Monsun Asia yang memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah kita,” jelasnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca yang dirilis secara resmi, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan kawasan pesisir.
“Informasi cuaca dan iklim akan terus kami perbarui sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer,” pungkas Nasrol.
Merujuk pada keterangan BMKG Wilayah IV Makassar, Pemerintah Kota Makassar menetapkan status siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem. Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi lintas instansi yang membahas kondisi cuaca terkini dan proyeksi ke depan berdasarkan data BMKG.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan penetapan status siaga merupakan langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat peningkatan curah hujan.
“Setelah dilakukan rapat koordinasi untuk melihat kondisi cuaca yang terjadi sekarang dan ke depannya, kita sudah sepakat bahwa hari ini Kota Makassar berada pada tahapan siaga,” ujar Munafri Arifuddin.
Ia menegaskan, penetapan status tersebut sepenuhnya didasarkan pada data dan analisis ilmiah BMKG.
“Hasil keputusan ini benar-benar diperoleh dari data analisis teman-teman BMKG. Ini bukan keputusan sepihak, tetapi keputusan berbasis data dan kajian ilmiah,” tegasnya.
Dengan status siaga tersebut, Pemerintah Kota Makassar diharapkan meningkatkan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan bencana serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Munafri juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan, khususnya kebersihan saluran drainase, guna meminimalkan risiko banjir.
“Kami berharap masyarakat bisa melihat kondisi ini, memperhatikan keadaan yang ada, mawas diri, menjaga lingkungan, serta menjaga keluarga agar tingkat keselamatan kita semua bisa terjaga dengan baik,” tutupnya.(*)
Comment