Dua Lokasi di Makassar Terdampak Cuaca Ekstrem, BPBD Lakukan Asesmen

Sumber Foto : Humas Pemkot - Petugas BPBD Kota Makassar bersama tim gabungan melakukan penanganan pohon tumbang akibat angin kencang di Jalan Mappanyukki Kompleks Sastra, Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso, Makassar, Sabtu malam (27/12/2025).

RETAS.News, Makassar — Cuaca ekstrem melanda Kota Makassar sejak Sabtu malam (27/12/2025) hingga Minggu dini hari (28/12/2025). Sejumlah kejadian dilaporkan terjadi, mulai dari angin puting beliung, genangan air, hingga pohon tumbang yang menimpa rumah warga di beberapa wilayah.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan (Dishub), serta pemerintah kecamatan langsung turun ke lapangan melakukan penanganan dan asesmen di titik terdampak.

Kepala BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli mengatakan, seluruh laporan masyarakat yang masuk melalui kanal resmi telah ditindaklanjuti secara cepat dan terkoordinasi oleh tim gabungan.

“Alhamdulillah, seluruh laporan yang masuk telah kami tangani bersama unsur SKPD terkait,” ujar Fadli, Minggu (28/12).

Ia menambahkan, kondisi di lapangan berangsur terkendali. Namun, petugas masih tetap disiagakan mengantisipasi potensi kejadian susulan.

“Kondisi saat ini berangsur terkendali, namun petugas masih tetap siaga mengantisipasi kemungkinan kejadian susulan, mengingat cuaca masih berpotensi berubah,” tambahnya.

Berdasarkan laporan awal Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar, pohon tumbang terjadi pada Sabtu (27/12) sekitar pukul 21.51 WITA di Jalan Mappanyukki Kompleks Sastra Nomor 64 B, Kelurahan Mariso, Kecamatan Mariso. Pohon tumbang akibat angin kencang menimpa satu unit rumah permanen milik warga bernama Muh Furqon.

Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah mengalami kerusakan kategori sedang. Dua kepala keluarga dengan total 10 jiwa terdampak, terdiri dari empat perempuan dewasa, tiga laki-laki dewasa, satu anak laki-laki, satu balita laki-laki, serta satu lansia perempuan.

“Tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa. Kebutuhan mendesak berupa terpal dan atap untuk penanganan sementara,” tuturnya.

Kejadian serupa kembali dilaporkan pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.20 WITA di Jalan Baji Gau 2 Kompleks Perumahan RRI. Angin kencang disertai pohon tumbang mengakibatkan kerusakan pada empat unit rumah warga.

Dari peristiwa tersebut, tiga rumah mengalami rusak berat dan satu rumah rusak sedang. Sebanyak empat kepala keluarga dengan total 16 jiwa terdampak, terdiri dari delapan perempuan dewasa, enam laki-laki dewasa, satu anak laki-laki, serta satu lansia perempuan.

“Tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia. Kebutuhan mendesak di lokasi ini berupa terpal untuk penanganan darurat,” ungkap Fadli.

Dalam penanganan kedua kejadian tersebut, BPBD bersama DLH, Damkarmat, dan PU melakukan asesmen lapangan serta koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan warga dan percepatan penanganan pascabencana.

Akses menuju lokasi kejadian dilaporkan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak panik menghadapi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kondisi darurat, kejadian bencana, atau membutuhkan bantuan melalui saluran resmi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Adapun kanal pelaporan resmi yang dapat digunakan masyarakat, yakni Call Center Darurat 112, aplikasi Lontara+, serta layanan BPBD Kota Makassar melalui nomor 0815-5112-112.

BPBD Kota Makassar bersama seluruh organisasi perangkat daerah terkait dan pemerintah kecamatan menegaskan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna menjaga keselamatan dan meminimalkan dampak bencana.

“Mari saling menjaga, tetap waspada, dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tutup Fadli.(*)

Comment