RETAS.News, Makassar – Jelang pelaksanaan program strategis 2026, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tekankan penguatan integritas, transparansi, dan akuntabilitas seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) gelar kegiatan Fasilitasi Kelembagaan Infrastruktur bertema “Membangun Sinergitas SKPD dalam Penyelenggaraan Program Pembangunan Perkotaan yang Berdaya Saing, Akuntabel, Bersih, dan Responsif”.
Kegiatan berlangsung di Hotel Aston, Makassar, Selasa (23/12/2025). Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Johanis Tanak, hadir sebagai narasumber utama.
Munafri menilai forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperoleh arahan langsung terkait tata kelola pemerintahan bersih.
“Kita menyelenggarakan acara ini untuk mendengarkan secara langsung arahan dan pandangan dari Pimpinan KPK,” ujar Munafri.
Ia mengibaratkan agenda pembangunan ke depan seperti kendaraan yang akan melaju cepat. Sistem pengendalian dan integritas harus dipastikan berfungsi optimal.
“Kalau kita ibaratkan mobil yang akan lari kencang, maka kita harus memperbaiki dulu remnya. Memastikan rem itu pakem, memastikan keselamatan sebelum kita benar-benar tancap gas. Karena tahun depan kita akan berlari sangat kencang,” tegasnya.
Munafri menekankan pentingnya persiapan matang agar kebijakan dan program berjalan sesuai koridor hukum. Batas kewenangan, ruang abu-abu pengambilan keputusan, potensi risiko hukum perlu dipahami secara jelas oleh pimpinan SKPD.
“Persiapan ini harus benar-benar proper. Kita harus tahu di mana batasannya, mana yang boleh dan tidak boleh, sehingga hal-hal yang abu-abu bisa dipertegas menjadi hitam atau putih,” lanjutnya.
Munafri mengingatkan persoalan hukum dalam pemerintahan bersifat kolektif dan berjenjang, bukan tanggung jawab individual semata.
Ia berharap kegiatan tersebut memberi dampak nyata terhadap pola kerja, budaya organisasi, serta pengambilan keputusan.
“Saya berharap ini bukan hanya diskusi, tetapi benar-benar memberi dampak terhadap apa yang akan kita lakukan sebagai sebuah tim, untuk mencapai tujuan dan target pembangunan Kota Makassar,” pungkas Munafri.
Menutup sambutan, Munafri meminta seluruh jajaran Pemkot Makassar mengikuti kegiatan secara serius sebagai bekal mewujudkan pemerintahan bersih dan profesional.
“Pastikan semuanya hadir dan tidak ada yang terlewat, karena ini sangat penting bagi kita semua. Setelah ini, saya juga akan menyampaikan paparan internal kepada jajaran Pemkot Makassar,” tutupnya.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan penguatan kelembagaan menjadi fondasi pembangunan perkotaan berkelanjutan.
“Pembangunan infrastruktur tidak hanya soal fisik, tetapi juga penguatan kelembagaan yang bekerja bersih, berdaya saing, akuntabel, responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inilah kunci mewujudkan Kota Makassar yang tertata, maju, berpihak pada kepentingan publik,” ujar Aliyah Mustika Ilham.(*)
Comment