RETAS.News, Gowa – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan, sudah saatnya Makassar melepaskan stigma lama sebagai kota yang kerap dikaitkan dengan persoalan kebersihan.
Ia menekankan pentingnya peran lurah sebagai penggerak utama dalam membangun budaya bersih di wilayahnya.
“Lurah adalah garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan menjadi wajah pemerintah di lapangan. Semua bermuara di kelurahan, jadi tolong dijaga dan dikawal betul,” tegas Munafri saat menutup Retret Lurah se-Kota Makassar 2025 di Malino, Kabupaten Gowa, Sabtu (11/10/2025) lalu.
Lebih lanjut, ia meminta setiap lurah memastikan warganya terbiasa memilah sampah organik dan non-organik, serta mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjaga kebersihan area usahanya.
Munafri menegaskan, sistem pengelolaan sampah di tingkat RT/RW harus terintegrasi dengan fasilitas pengomposan, biopori, maggot, dan eco-enzyme agar pembenahan berjalan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti masih adanya pelaku UMKM kuliner yang berjualan di atas saluran air. Para lurah diminta menertibkan sekaligus membina mereka agar lebih higienis serta memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).
Selain urusan kebersihan, Munafri menekankan pentingnya inovasi dan kepemimpinan di tingkat kelurahan. Lurah diharapkan kreatif mencari solusi dan membangun komunikasi solutif dengan warga agar setiap persoalan di lapangan dapat ditangani cepat dan tepat.
“Lurah adalah garda terdepan, merekalah wajah pemerintah di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar para lurah menjaga keamanan wilayah dan memastikan kondisi masyarakat tetap terkendali. Setiap peristiwa di lapangan harus segera direspons tanpa menunggu arahan dari pemerintah kota.
Menutup arahannya, Munafri berpesan agar setiap lurah menjaga amanah jabatan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
“Jabatan ini bukan sekadar posisi, tapi amanah. Mari bekerja dengan hati, karena hasilnya akan kembali kepada masyarakat,” pesannya.
Sebagai tambahan, Retret Lurah se-Kota Makassar berlangsung selama tiga hari, 10–12 Oktober 2025, diikuti 153 lurah. Kegiatan tersebut berisi pembekalan kepemimpinan, kerja sama tim, dan studi lapangan sebagai bagian dari penguatan kapasitas aparatur kelurahan.(*)
Comment